Penangkapan Ikan Hidup Kembali Marak di Taman Nasional Takabonerate, Aparat Tutup Mata ?
Font Terkecil
Font Terbesar
SELAYAR | MATANEWS – Praktik penangkapan ikan hidup yang diduga menggunakan potasium sianida kembali dilaporkan marak di kawasan Taman Nasional Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Informasi yang dihimpun pada 4 Agustus 2026, IM menyebutkan bahwa ikan bernilai ekonomi tinggi seperti sunu, napoleon, dan lobster diduga ditangkap menggunakan bahan pembius berupa potasium sianida. Hasil tangkapan tersebut kemudian diduga dijual kepada sejumlah pedagang yang memiliki keramba penampungan di pulau-pulau dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate, sebelum dipasarkan ke luar daerah.
Penggunaan potasium sianida dalam aktivitas penangkapan ikan merupakan bentuk praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing). Selain berpotensi mematikan biota laut non-target, bahan kimia tersebut juga dapat merusak terumbu karang yang menjadi habitat berbagai spesies ikan serta mengancam kelestarian ekosistem laut.
Meningkatnya dugaan praktik tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerhati lingkungan. Mereka meminta aparat penegak hukum, Balai Taman Nasional Takabonerate, serta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan tegas apabila dugaan tersebut terbukti.
Selain penindakan terhadap pelaku penangkapan ilegal, aparat juga didorong untuk menelusuri rantai perdagangan, termasuk dugaan penampungan hasil tangkapan di keramba-keramba yang berada di kawasan Taman Nasional Takabonerate.
Penegakan hukum yang menyasar seluruh mata rantai distribusi dinilai penting untuk memutus praktik penangkapan ikan menggunakan bahan beracun yang mengancam keberlanjutan sumber daya laut di kawasan konservasi tersebut. (*)


.jpeg)