Operasi Senyap di Bakauheni: Dugaan Jaringan Narkoba Seret Oknum Brimob dan Prajurit TNI AL
Font Terkecil
Font Terbesar
Yang membuat kasus ini menyita perhatian publik bukan hanya besarnya barang bukti, tetapi juga latar belakang para terduga pelaku. Empat orang diamankan, yakni HB yang diketahui merupakan anggota Brimob, DK prajurit aktif TNI AL, HS mantan anggota Kopassus, serta HR seorang warga sipil.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga jaringan ini bekerja dengan pembagian peran yang rapi. HB diduga membantu meloloskan narkotika menggunakan kendaraan dari Jakarta. DK diduga membawa tas berisi sabu dan pil ekstasi ke atas kapal dengan mengenakan seragam dinas. Sementara HR diduga bertugas menjemput narkotika dari Medan, sedangkan HS disebut sebagai pihak yang diduga memiliki atau mengendalikan barang tersebut.
Fakta adanya oknum aparat dan mantan personel elite dalam kasus ini memunculkan pertanyaan serius: seberapa jauh jaringan narkotika berupaya memanfaatkan atribut dan kedekatan institusi untuk menghindari pemeriksaan di jalur penyeberangan strategis seperti Bakauheni?
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberi perlakuan khusus kepada siapa pun yang terbukti terlibat.
«"Polda Lampung berkomitmen menindak tegas setiap pelaku tindak pidana narkotika tanpa memandang latar belakang maupun profesinya. Siapa pun yang terbukti terlibat, akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Yuni, Sabtu, 4 Juli 2026.»
Dalam pengungkapan ini, polisi turut menyita sekitar 5 kilogram sabu, 202 butir pil ekstasi, satu tas ransel hitam, empat unit telepon seluler, dan dua unit kendaraan yang diduga digunakan dalam rangkaian pengiriman.
Penanganan terhadap warga sipil dan oknum anggota Brimob dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Lampung, sedangkan oknum prajurit TNI AL diserahkan kepada Denpom Lanal Lampung sesuai mekanisme peradilan militer.
Kasus ini diperkirakan belum berhenti pada empat nama yang telah diamankan. Aparat masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik dugaan penyelundupan narkotika lintas provinsi tersebut, termasuk alur distribusi dan pihak-pihak yang diduga menerima barang haram itu di daerah tujuan.


.jpeg)